Peranan Hatta Rajasa memajukan Perekonomian Indonesia

21 Mar 2012

Tentu kita mengenal sosok Hatta Rajasa yang merupakan menteri koordinator perekonomian kabinet Kabinet Indonesia Bersatu II saat ini. Sosok yang bisa dianggap “low profile” karena kita jarang melihat / mendengar mengenai sepak terjangnya secara langsung melalui media massa. Sosok yang terkenal dengan rambut putih beruban tidak terlalu menonjolkan prestasinya padahal mempunyai seabreg prestasi yang membanggakan. Selain sebagai menteri beliau juga terkenal sebagai besan dari pak SBY.

a0f2be6e4abc4b3814863f09372ca3f9_hr

Beliau lahir di Palembang pada 18 Desember 1953, merupakan lulusan dari ITB jurusan perminyakan memiliki karir politik dimulai dari masuknya beliau ke partai politik PAN dimulai dari bawah hingga menjadi ketua fraksi reformasi DPR RI pada tahun 1999 lalu menjadi sekjen PAN periode 2000 - 2005 dan akhirnya menjadi ketua umum PAN pada tahun 2010 hingga sekarang menggantikan Soetrisno Bachir.

Dari sisi karir sebagai menteri , beliau masuk sebagai menristek pada kabinet gotong royong pada tahun 2001 pada kabinet gotong royong kemudian berpindah pos menjadi menteri Perhubungan pada tahun 2004 pada kabinet Indonesia Bersatu lalu berpindah pos lagi menjadi menteri sekretaris Negara pada tahun 2007 juga pada kabinet Indonesia Bersatu. Dan akhirnya ditunjuk oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai menko Perkonomian pada tahun 2009 pada kabinet Indonesia Bersatu II.

Tentunya pengalaman panjang berpindah pos menteri menjadikan nilai plus dan tambahan referensi saat beliau menjabat menko Perkonomian sekarang ini. Bisa dikatakan beliau merupakan menteri senior karena selalu ada dalam kabinet pemerintahan sejak tahun 2001.

Beliau sendiri dapat dikatakan pemimpin yang mempunyai visi dan misi kedepan bahkan dalam suatu acara beliau mengatakan bahwa Indonesia bisa menjadi negara maju pada tahun 2025 asalkan dengan mendukung Sumber Daya Manusia (SDM) dan ilmu pengetahuan serta teknologi sebagai pilar utama untuk mempercepat kemandirian dan daya saing bangsa

Sebagai menko Perekonomian dapat dikatakan beliau merupakan pekerja keras dan selalu berlaku profesional dan tidak membawa baju kepartaiannya saat bekerja sebagai menteri di pos apapun selama ini.

Sebagai menko Perekonomian sudah banyak prestasi yang bisa dikatakan membanggakan baik secara nasionl maupun Internasional , salah satu peranannya yang cukup penting adalah menjaga stabilitas perekonomian Indonesia disaat negara2 Uni Eropa sedang dilanda krisis perekonomian sehingga imbas krisis tidak sampai mempengaruhi negara kita.

Bahkan prestasi yang terbaru adalah naiknya peringkat investment grade Indonesia dari lembaga pemeringkat Independent Moodys yang dianggap baik. Capaian investment grade dan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,5 persen, inflasi 3,7 persen dan angka kemiskinan yang semakin menurun sejak 2004 hingga sekarang menjadi bukti negara ini bukan autopilot seperti dikritik oleh berbagai pihak terhadap pemerintahan kabinet Indonesia Bersatu II.

Salah satu yang juga dapat dianggap sebagai prestasi beliau adalah naiknya peringkat GCI (Global Competiveness Index) Indonesia dari 54 ke 44 , bahkan Indonesia berhasil melampaui negara2 besar lainnya seperti Brazil, Rusia, dan India dalam soal kualitas peningkatan ekonomi Negara.

Selain perhatian terhadap masalah ekonomi makro, beliau juga memberi perhatian terhadap perkembangan pasar tradisional di Indonesia yaitu dengan melakukan revitalisasi pasar di Indonesia. Revitalisasi bertujuan untuk mengembangkan sektor perdagangan kecil berbasis ekonomi.

Karena prestasi beliau tersebut maka wajar kalau memperoleh penghargaan sebagai tokoh paling berpengaruh pada 2012 dari lembaga riset politik , Charta Politika. Bahkan beliau digadang2 sebagai calon Presiden RI mendatang dari partai politiknya (PAN).

Tapi saat ini tentu beliau bersama timnya sedang disibukan dengan masalah kenaikan harga BBM yang memang merupakan masalah sensitif bagi rakyat karena imbasnya pada kenaikan harga2 produk lainnya. Semoga beliau selalu sukses dalam menjalankan amanat.


TAGS ekonomi


-

Author

Follow Me